Kamis, 28 Juli 2011

Ramadhan Bersama Rasulullah Saw

altRasulullah Saw merupakan sosok yang sempurna dalam menjalankan ibadah, termasuk puasa. Dan kita sebagai umatnya memiliki kesempatan meniru tauladannya dengan berpuasa sebagaimana Rasulullah saw. Alhamdulilah, setiap Ramadhan telah kita lalui dan tentunya semua yang berhubungan dengan Fiqih Ramadhan telah kita ketahui bersama. Namun tidak salah jika kita kaji lebih dalam tentang sunnah-sunnah shiyam Ramadhan. Karena dalam satu ibadah, jika banyak dilakukan kesunnahan, tentunya ibadah itu lebih banyak pahalanya. Dengan kata lain, adab ramadhan jika kita lakukan, maka Insya Allah, puasa kita lebih bermakna, lebih memiliki nilai optimal yang tentunya akan mendidik diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal lainnya berarti bukan saja berusaha menjadi sholeh, lebih giat menggapai taqwa, namun kita mencintai Nabi dalam arti yang sebenarnya. Bukankah ketika mencintai Nabi, itu artinya kita mau, harus dan memaksa diri untuk melakukan apa yang pernah Rasulullah saw. lakukan? Dan bukan hanya sekedar sholawat saja tanpa ada aplikasi mengerjakan semua perintah atau semua tindak tanduk keseharian beliau SAW. Minimal ketika Ramadhan kita mengerjakan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah.
Berikut ini adalah beberapa adab shiyam Ramadhan yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya.

MEMANTAPKAN NIAT

Nabi Muhammad Saw mengawali puasa dengan niat, sebab niat merupakan jiwa dari amalan. Setelah mengucapkan niat langkah berikutnya adalah memohon kepada Allah SWT agar niat tersebut di mantapkan. Berbeda dengan puasa sunnah semisal puasa Senin-Kamis yang niatnya boleh diniatkan pada pagi ketika hendak berpuasa. Maka puasa wajib di bulan Ramadhan ini niatnya dilakukan pada malam harinya untuk berpuasa esok hari. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang tak berniat sebelum fajar untuk puasa maka tak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Al-Baihaqi) dan dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa: “Barangsiapa yang tak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.”(HR An-Nasa’I, Al-Baihqi, Ibnu Hazm)

MELAKSANAKAN MAKAN SAHUR


Sahur sebagai suatu berkah dapat dilihat dengan jelas, karena itu mengikuti Sunnah dan menguatkan orang berpuasa, serta menambah semangat untuk menambah puasa. Juga mengandung maksud untuk membedakan dengan ahli kitab. Sebagaimana diriwayatkan Abu Said Al  Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Yang membedakan puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur". (HR. Riwayat Muslim). Serta dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: “Semua sahur adalah barakah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun di antara kalian hanya meneguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-NYA bershalawat atas orang-orang yang melakukan sahur.” (HR. Ahmad, dan al-Mundziri)
MENYEGERAKAN BERBUKA (IFTHAR) MESKIPUN DENGAN SETEGUK AIR

Menyegerakan berbuka puasa merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. karena didalamnya ada banyak sekali kebaikan. Bahkan selain sebagai kebiasaan para nabi, menyegerakan berbuka juga merupakan pembeda puasa kita dengan puasanya orang-orang yahudi dan nasrani. Sebagaimana sabda baginda Nabi SAW dari Abu Hurairah Ra. : "Agama ini akan senantiasa menang selama manusia (kaum Muslimin) mempercepat buka puasanya, karena orang-orang Yahudi dan Nashrani mengakhirkannya". (Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Hibban dengan sanad hasan). 

Kemudian, Rasulullah juga biasa berbuka puasa dengan kurma dan Air. Sebagaimana diceritakan oleh Anas bin malik: “Adalah Rasulullah Saw berbuka dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air. (HR. Ahmad, Abu Daud, Baihaqi, Hakim, Ibn Sunni, Nasai, Daruquthni dan lainnya).

BANYAK BERDOA KETIKA PUASA & BERDOA KETIKA BERBUKA

Berdoa ketika berbuka puasa merupakan salah satu waktu doa yang mustajab, seperti banyak disebut dalam hadist-hadist. Antara lain:Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya, orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan doanya orang yang didhalimi. (HR. Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ibnu Hibban). Apalagi detik-detik menjelang berbuka, Insya ALLAH do’anya Mustajab. Jadi banyaklah berdoa ketika menjelang berbuka. Adapun doa yang diajarkan oleh Nabi SAW ketika berbuka puasa adalah: “Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah” Artinya: Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah. (HR. Abu Daud, Baihaqi, Hâkim, Ibn Sunni, Nasâ’i, Daruquthni dan lainnya). 
Disini kita tidak membicarakan doa-doa lain ketika berbuka, yang terpenting inilah doa yang pernah Nabi saw. ajarkan ketika berbuka puasa Ramadhan.

I’TIKAF DI 10 HARI AKHIR RAMADHAN


Rasulullah saw apabila di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan senantiasa melaksanakan I’tikaf, demikianlah hadis dari Aisyah Ra:“Bahwa Nabi SAW. biasa beri’tikaf pada sepuluh yang akhir dari bulan Ramadhan sampai Allah mengambil nyawanya”. Kemudian Hadis dari dari Ali Ra.: bahwa Nabi SAW. biasa membangunkan keluarganya pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan.

Disamping kegiatan-kegiatan rutinitas ramadhan seperti diatas ada beberapa amalan-amalan yang sangat dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW dibulan Ramadhan yaitu:

1.    Memberi Makan Orang yang Puasa. “Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, bn Mâjah, Ibn Hibban dan dishahih kan oleh Imam Tirmidzi)
2.    Banyak Melakukan Ibadah di Malam Ramadhan (Sholat).“Barangsiapa melakukan sholat pada malam-malam Ramadhan dengan iman dan mengharapkan keridhoan-Nya, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhori dan Muslim)

3.    Banyak sedekah dan tadarus Al-Qur’an. Dari Ibnu Abbas,“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih besar kedermawanannya pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril biasanya menemuinya setiap malam Ramadhan, lalu tadarus Al-Qur’an (dengan beliau). Sungguh Rasulullah Saw ketika ditemui Jibril menjadi orang yang lebih murah hati dalam kebaikan sehingga lebih banyak memberi (seperti) tiupan angin.” (HR. Bukhori dan Muslim)

4.    Memperbanyak istighfar pada malam terakhir Ramadhan. Rasulullah Saw bersabda; “Pada bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan pada seorang Nabi pun sebelumku. Pertama, bila datang setiap awal Ramadhan, Allah melihat mereka. Barangsiapa dilihat Allah, maka selamanya tidak akan disentuh adzab. Kedua, bau mulut mereka pada sore hari disisi Allah lebih harum dari aroma minyak kesturi. Ketiga, para malaikat memohonkan ampunan bagi setiap siang dan malam. Keempat, Allah menyuruh surga-Nya dengan firman-Nya : “Bersiap-siaplah dan hiasilah dirimu untuk hamba-hamba-KU. Kamu telah dekat saat beristirahat dari kelelahan hidup di dunia dan kembali ke tempat-KU dan rahmat-KU.” Kelima, bila telah tiba akhir Ramadhan, ALLAH mengampuni dosa-dosa mereka semua.” (HR. Ahmad, Baihaqi dan Al-Bazzar)

Semoga dengan mengetahui puasa ala Rasulullah saw, kita jadi mampu untuk mengisi Ramadhan kali ini dengan hal-hal yang bisa menjadikan semakin takwa, semakin dekat dengan-Nya dan pada Ramadhan kali ini pula kita mampu optimalkan sebaik mungkin. Amin

source : klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar